Apa yang dimaksud dengan Credit Scoring? Inilah Pengertian dan Cara Meningkatkannya
Apakah Anda pernah mengajukan pembiayaan / pinjaman dana di salah satu institusi keuangan dan hasilnya tidak disetujui? Sudah pasti menimbulkan kekecewaan ya.
Mungkin salah satu penyebabnya adalah karena profil risiko kredit atau kredit skoring kamu tidak mencapai nilai yang ditentukan oleh perusahaan pemberi pinjaman.
Agar pinjaman Anda diterima yuk pahami terlebih dahulu mengenai credit scoring dan bagaimana tips agar pengajuan kamu disetujui.
Credit scoring atau penilaian kredit adalah suatu sistem yang diterapkan oleh suatu lembaga pembiayaan seperti bank, fintech, p2p lending atau pihak pemberi pinjaman lainnya untuk menilai profil risiko peminjam terkait kelayakannya mendapat pendanaan atau tidak.
Dalam proses ini juga, pihak pemberi pinjaman dapat bekerjasama dengan perusahaan Kredit Biro, yang berizin dan diawasi oleh OJK, untuk membantu analisa profil risiko peminjam mulai dari informasi demografi seperti data diri, usia, status pekerjaan, jabatan, masa kerja, gaji, status pernikahan, beban tanggungan keluarga, pekerjaan pasangan (suami/istri) dan juga informasi lain yang kredibel.
Informasi tersebut kemudian akan dilengkapi dengan sejumlah persyaratan dokumen yang wajib dilampirkan oleh calon peminjam untuk kemudian diverifikasi keabsahannya oleh lembaga jasa keuangan.
Setelah itu, pihak pemberi pinjaman akan menganalisa riwayat transaksi peminjam, seperti ketaatan membayar cicilan, pernah atau tidak pernahkah menunggak, apakah masih memiliki beban kredit, seberapa banyak kredit yang dimiliki dan lainnya.
Hasil analisa itulah yang kemudian akan dikalkulasi melalui sistem tertentu untuk kemudian menentukan apakah kamu memiliki profil risiko yang layak mendapat pinjaman atau tidak, berapa besaran pinjaman yang disetujui, berapa besaran bunga, dan seberapa lama jangka waktu pinjamannya.
Sebagai gambaran, Anda dapat melihat pembagian kategori pada sistem Kolektibilitas atau kelancaran pembayaran yang ditentukan oleh Bank Indonesia pada BI checking berikut ini:
- Kolektibilitas 1 -> Kredit Lancar. Peminjam melaksanakan kewajiban cicilan dengan sempurna.
- Kolektibilitas 2 -> Kredit dalam Perhatian Khusus (DPK). Cicilan peminjam tercatat mengalami tunggakan antara 1-90 hari.
- Kolektibilitas 3 -> Kredit Tidak Lancar. Cicilan peminjam tercatat mengalami tunggakan antara 91-120 hari
- Kolektabilitas 4 -> Kredit Diragukan. Cicilan peminjam tercatat mengalami tunggakan antara 121-180 hari.
- Kolektabilitas 5 -> Kredit Macet. Cicilan peminjam tercatat macet dan menunggak lebih dari 180 hari.
Berikut ini contoh adalah kriteria credit scoring yang dapat digunakan oleh lembaga keuangan pemberi pinjaman dalam menilai profil risiko calon peminjam:
- Usia
- Tempat Bekerja (bidang usaha)
- Status kolektibilitas
- Jumlah self financing
- Status Perkawinan
- Lama bekerja
- Hubungan dengan bank
- Jumlah Tanggungan
- Total lama bekerja
- Jenis jaminan pinjaman
- Pekerjaan suami/istri
- Pendapatan Bersih
- Kredit yang dimiliki sekarang
- Status Pendidikan
- Pendapatan Lain
- Pemilikan Kartu kredit/debit
- Jabatan/pekerjaan
Setiap informasi dari kriteria di atas tadi memiliki bobot yang berbeda-beda. Informasi penting seperti ketepatan pembayaran pinjaman Anda akan memiliki bobot nilai yang lebih tinggi dibanding yang lainnya.
- Bayar semua tagihan Anda tempat waktu
Sebelum menambah hutang baru sebaiknya pikirkan kembali risiko yang dapat terjadi. Sebaiknya rutin mengatur keuangan yang baik dengan melunasi semua tagihan sebelum tanggal jatuh tempo hingga posisi kredit kamu tetap baik.
2. Jadikan transaksi keuangan kamu aktif
Salah satu yang bisa dilakukan agar transaksi Anda aktif yaitu menggunakan kartu kredit secara aktif, akan tetapi perlu di ingat penggunaannya harus tepat. Kartu kredit memungkinkan seseorang dalam mempermudah transaksi non tunai, tetapi tidak jarang akibat penggunaan kartu kredit yang tidak tepat justru membuat penggunanya tertekan akibat bertambahnya hutang.
- Berikan tenggat waktu
Bilamana pengajuan pinjaman Anda ditolak karena beberapa pertimbangan oleh lembaga jasa keuangan, ada baiknya beri jeda untuk mengajukan pinjaman yang baru. Ada banyak pertimbangan dari pihak bank dan lembaga jasa keuangan lainnya, meskipun catatan skor kredit Anda pada saat mengajukan pinjaman sedang tidak termasuk dalam kategori blacklist BI Checking.
- Hindari terlalu sering mengajukan pinjaman ke bank
Dalam melaksanakan penjualan produknya, lembaga jasa keuangan seringkali memberikan diskon atau promo yang menarik. Tidak sedikit pengguna kartu kredit telah memiliki banyak pinjaman namun tetap mengajukan pinjaman yang baru. Hal seperti ini tidak direkomendasikan karena dapat mengurangi credit scoring Anda.
- Miliki portofolio kredit yang sehat
Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk memiliki portofolio kredit yang sehat yaitu memiliki diversifikasi jenis hutang yang berbeda akan lebih baik dari pada memiliki beberapa hutang pada satu jenis hutang
Credit scoring dapat memberikan indikasi seberapa besar kemungkinan disetujuinya pengajuan pinjaman fasilitas kredit Anda. Tidak hanya itu, dengan riwayat skor kredit yang baik, Anda bisa mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan penawaran pinjaman terbaik yang dapat dipilih dari beberapa pinjaman yang ditawarkan oleh lebih dari satu lembaga jasa keuangan.
CBI (Credit Bureau in Indonesia) atau yang dahulu dikenal sebagai KBIJ (Kredit Biro Indonesia Jaya) sebagai salah satu kredit biro swasta di Indonesia yang telah mendapatkan izin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) siap memberikan layanan informasi perkreditan kepada lembaga jasa keuangan dan non lembaga jasa keuangan untuk membantu analisa profil risiko calon debitur. Sehingga dengan menggunakan layanan dari CBI, lembaga jasa keuangan dan non lembaga jasa keuangan dapat menentukan tingkat kelayakan kredit nasabahnya dan memberikan keputusan kredit yang tepat terhadap pembiayaan yang diajukan oleh calon debitur.
Bagaimana kami dapat membantu Anda?
Hubungi tim Business Development kami, untuk membantu Anda menemukan solusi yang tepat sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda.