16 Sep 2022

Memiliki Kesamaan untuk Mengembangkan UMKM, CBI dan NBI Nepal Gelar studi Banding dan Strategi Penerapan Kredit Scoring

Share Post:

Link Copied

Direktur Bisnis dan Layanan CBI (Credit Bureau Indonesia) Anton K Adiwibowo berbagi studi kasus mengenai peran kredit biro terhadap kemajuan UMKM Indonesia di hadapan 13 pemegang keputusan perusahaan lembaga keuangan mikro dari Nepal.

Momentum tersebut terjadi pada program diskusi dan studi banding dengan tema Microfinance Scoring System Management yang diadakan oleh Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) bekerja sama dengan National Bank Institute (NBI) Nepal.

Adapun tujuan dari program diskusi dan studi banding ini adalah untuk memberikan pengetahuan, praktek terbaik, dan gambaran mengenai perkembangan lembaga keuangan mikro, regulasi, strategi, kebijakan serta manajemen risiko bisnis UMKM di Indonesia.

Khususnya memberikan wawasan mengenai pengaplikasian kredit skoring sebagai parameter dalam analisa pengambilan keputusan penyaluran fasilitas kredit dan pemantauan portofolio debitur dalam skala lokal dan nasional, terutama untuk pengembangan UMKM.

Berdasarkan pandangannya, UMKM merupakan sektor bisnis terbesar di Indonesia. Indonesia mempunyai lebih dari 50 juta pelaku UMKM yang mewakili 97% dari semua badan usaha dan Berpartisipasi kurang lebih 30% untuk pertumbuhan GDP.

Hal yang sama juga terjadi di Nepal. Perekonomian nasional Nepal ditopang oleh UMKM yang berpartisipasi pada penyediaan 45 persen dari semua lapangan pekerjaan di negara tersebut. Akan tetapi, UMKM di Nepal masih membutuhkan pembiayaan sebesar 3,6 miliar USD, sedangkan pembiayaan yang telah disalurkan baru mencapai 731 juta USD.

Dengan memaparkan kasus UMKM di Indonesia, CBI berharap ke-13 pengambil keputusan perusahaan dapat wawasan yang lebih luas tentang bagaimana penerapan sistem credit scoring sebagai salah satu alat manajemen risiko.

Bukan hanya itu, CBI juga berharap peserta dapat mempercepat inklusi keuangan dan pengembangan UMKM di Nepal.

“CBI berharap best practice kami dapat bermanfaat untuk membantu para top management mengambil keputusan yang prudent dan strategis dalam menganalisa risiko dan pemantauan kredit debitur. Misi dan prioritas CBI adalah berfokus pada konsumen (customer-centric), dengan menghadirkan produk, layanan dan informasi yang inklusif, akurat dan reliable bagi perusahaan atau individual” kata Ronald T. Andi Kasim, Komisaris Utama CBI.

Oleh karena itu, CBI bisa membantu para anggota menjangkau dan mendukung lebih banyak UMKM Indonesia untuk berkembang.

Agus Subekti selaku Direktur Utama CBI menambahkan salah satu bentuk komitmen pihaknya sebagai biro kredit di Indonesia adalah mengedepankan edukasi, fasilitasi dan advokasi dalam memberikan layanan informasi perkreditan. “Berkat LPPI, program edukasi kami bisa menjangkau audiens luar Indonesia yang antusias untuk mengetahui bagaimana produk dan layanan kami dapat membantu memajukan UMKM Indonesia,” ujar Agus.

Share Post:

How can we help?

Connect with our Business Development team and we’ll help you to find the right solutions that suitable to your business needs.