JAKARTA, Investor.id – Credit Bureau Indonesia (CBI) mendukung agenda penguatan sektor keuangan berkelanjutan yang dibahas dalam Indonesia- Korea Financial Forum Kedua, belum lama ini.
Acara ini diinisiasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Council on International Financial Cooperation (CIFC) dengan tujuan memperkuat kolaborasi antara Korea Selatan (Korsel) dan Indonesia di bidang keuangan.
Dengan tema “Forging the future of finance: Strengthening Collaboration and Sustainable Finance in Korea and Indonesia,” acara tersebut berhasil mengumpulkan pemangku kepentingan dari berbagai industri dan regulator kedua negara.
Dalam acara itu, Anton K Adiwibowo, direktur bisnis & layanan CBI menuturkan, sebagai pelaku industri biro kredit dalam mendukung penguatan infrastruktur keuangan di Indonesia dan bagaimana hal ini berdampak pada perkembangan ekonomi negara.
“Indonesia-Korea Financial Forum Kedua memberikan platform yang sangat berharga untuk berdiskusi tentang tantangan dan peluang dalam pengembangan infrastruktur keuangan di Indonesia,” kata dia dalam keterangan resmi, Kamis (7/9/2023).
CBI, kata dia, percaya, pengembangan Lembaga Pengelola Informasi Perkreditan (LPIP) ke arah biro kredit modern yang disertai peningkatan pengolahan data SLIK dan alternatif didukung oleh kemampuan teknis dan analisis profil risiko yang akurat adalah unsur penting dalam menciptakan solusi dan layanan yang dapat diandalkan oleh lembaga jasa keuangan.
“Ini sekaligus mendukung inklusi keuangan yang berkelanjutan untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia. Terus mendukung OJK menciptakan ekosistem keuangan yang berkelanjutan dan inklusif di Indonesia adalah komitmen CBI,” tegas dia.
Acara itu dihadiri sekitar 130 partisipan dari regulator dan industri jasa keuangan Indonesia maupun Korsel dengan dua pokok pembahasan, yaitu Keuangan Berkelanjutan dalam Lanskap Keuangan Indonesia dan Korea dan Peran Kolaborasi dalam Membentuk Masa Depan Sektor Jasa Keuangan di sektor Asuransi, Penjaminan, Pasar Modal, dan Infrastruktur Keuangan Indonesia dan Korsel.
Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar menyampaikan, penguatan jasa keuangan berkelanjutan berperan sangat penting dalam menghadapi dampak perubahan iklim global. Untuk itu, diperlukan kolaborasi tidak hanya dari regulator sektor jasa keuangan, melainkan oleh pelaku sektor jasa keuangan di tingkat domestik maupun internasional. Dengan begitu, pengembangan keuangan berkelanjutan bisa terukur dan terarah.
How can we help?
Connect with our Business Development team and we’ll help you to find the right solutions that suitable to your business needs.