3 Feb 2026

Bersama Kemenperin dan Kementerian Pertanian, SME Bureau CBI Dorong Solusi Pembiayaan UMKM Hijau dengan Bangun Profil Usaha

Bagikan

Link Copied
Depok, 30 Januari 2026 – SME Bureau – Credit Bureau Indonesia (CBI) berkolaborasi dengan UKM Center FEB UI dalam kegiatan Bedah UKM & Workshop UMKM yang dihadiri oleh perwakilan Kementerian Perindustrian dan Kementerian Pertanian, akademisi, lembaga keuangan, serta pelaku UMKM lintas sektor. Kegiatan ini diikuti oleh 50 pelaku UMKM terpilih yang tengah mempersiapkan usahanya untuk berkembang dan naik kelas.
Dalam sesi diskusi, Tiffany Octaviana, Head Business SME Bureau – Credit Bureau Indonesia, mengungkapkan bahwa tantangan utama UMKM dalam mengakses pembiayaan bukan karena usaha tidak layak, melainkan karena tidak adanya bukti kelayakan usaha yang dapat dinilai oleh lembaga keuangan.
“Banyak UMKM ditolak pembiayaan bukan karena produknya tidak bagus, tetapi karena tidak memiliki profil usaha yang lengkap, pencatatan keuangan yang rapi, rekam jejak kredit, serta legalitas usaha yang memadai,” jelas Tiffany.
Ia memaparkan sejumlah pain point utama yang kerap dihadapi UMKM, antara lain tidak adanya riwayat kredit usaha, pencatatan usaha yang minim, legalitas yang belum lengkap, belum memiliki rekening perusahaan, serta pendapatan yang tidak konsisten. Kondisi ini membuat UMKM sulit dinilai secara objektif oleh perbankan maupun investor.
Sebagai solusi, SME Bureau CBI mendorong UMKM untuk membangun profil usaha dan reputasi kredit secara menyeluruh. Tidak hanya melalui legalitas usaha berbentuk PT atau CV, tetapi juga melalui pencatatan transaksi, performa usaha, serta pemanfaatan data alternatif seperti transaksi QRIS dan e-commerce. Pendekatan ini memungkinkan UMKM dinilai lebih komprehensif dan meningkatkan peluang akses pembiayaan berkelanjutan.
“Legalitas PT atau CV adalah fondasi awal, tetapi yang tidak kalah penting adalah bagaimana UMKM membangun rekam jejak usaha dan reputasi kreditnya. Dengan profil usaha yang kuat, UMKM akan lebih mudah dilirik pemodal, dipercaya mitra, dan masuk ke ekosistem bisnis yang lebih besar, termasuk restoran dan mitra korporasi,” tambahnya.
Pembahasan tersebut mendapat respons yang sangat antusias dari para peserta. Banyak pelaku UMKM mengakui bahwa kendala terbesar mereka selama ini adalah belum siapnya profil usaha untuk mengakses pembiayaan formal, meskipun usaha telah berjalan cukup lama.
Salah satu mitra binaan UKM Center FEB UI, pelaku usaha Lemon Press, turut membagikan pengalamannya. Usaha minuman ini telah berhasil mengikuti berbagai bazar hingga ke Malaysia dan mengakui bahwa kepemilikan legalitas usaha, pencatatan yang lebih rapi, serta dukungan pembiayaan menjadi faktor penting dalam membesarkan skala bisnis dan memperluas pasar.
Melalui kegiatan ini, SME Bureau – Credit Bureau Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus mendukung UMKM dalam membangun profil usaha dan reputasi kredit sebagai fondasi utama pembiayaan berkelanjutan. Diharapkan, semakin banyak UMKM yang siap dibiayai, berdaya saing, dan mampu berkembang secara berkelanjutan di pasar nasional maupun global.

Bagikan

Bagaimana kami dapat membantu Anda?

Hubungi tim Business Development kami, untuk membantu Anda menemukan solusi yang tepat sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda.