JAKARTA, Investor.id – Credit Bureau Indonesia (CBI) menyodorkan inisiasi baru dalam mendorong inovasi dan inklusi keuangan dengan meluncurkan Income Predictor dan Debtor Insight, dua solusi terobosan yang dirancang untuk meningkatkan akurasi penilaian kredit, memitigasi risiko penipuan, serta memperluas akses terhadap pinjaman yang aman dan bertanggung jawab di seluruh Indonesia.
Didukung oleh teknologi kecerdasan buatan (AI), produk ini memberikan wawasan kredit yang berkualitas dan dapat langsung diterapkan oleh lembaga keuangan serta penyedia layanan pinjaman berbasis fintech. Dengan solusi ini, lembaga keuangan dapat menjangkau konsumen yang masih minim akses ke layanan perbankan, termasuk mereka yang memiliki sedikit, bahkan tanpa riwayat kredit, sambil tetap mematuhi regulasi keuangan di Indonesia.
Income Predictor dari CBI menggunakan analisis canggih untuk memperkirakan tingkat pendapatan dengan akurat, bahkan bagi peminjam yang memiliki riwayat kredit terbatas. Model ini mampu memberikan prediksi rentang pendapatan mulai dari Rp 2,5 juta-10,5 juta lebih.
Dengan begini, lembaga keuangan dapat menawarkan pinjaman yang dipersonalisasi dengan manajemen risiko yang lebih baik, mengurangi kredit macet dan meningkatkan kesehatan portofolio, dan mendorong inklusi keuangan.
Adapun Debtor Insight hadir untuk mengatasi salah satu tantangan terbesar dalam pinjaman digital, yakni penipuan dan pencurian identitas. Dengan memberikan akses langsung ke data biro kredit yang terverifikasi, solusi ini memungkinkan pemberi pinjaman untuk mengautentikasi identitas peminjam secara real-time melalui nama lengkap, verifikasi nomor induk kependudukan (NIK), serta konfirmasi alamat tempat tinggal terbaru.
Dengan teknologi ini, lembaga keuangan dapat mengurangi penipuan dalam proses onboarding serta memastikan kepatuhan terhadap regulasi know your customer (KYC) dan kebijakan anti-penipuan. Hal ini memungkinkan keputusan kredit yang lebih cerdas dengan tingkat risiko yang lebih terukur.
“Akses terhadap data kredit yang akurat dan dapat langsung diterapkan merupakan perubahan besar bagi industri keuangan Indonesia,” kata Peter Sugiapranata, chief of sales CBI, dalam siaran pers, dikutip Kamis (27/3/2025).
Dengan Income Predictor dan Debtor Insight, dia menyatakan, CBI membantu lembaga keuangan mengambil keputusan pinjaman yang lebih cerdas, tidak hanya dengan mengurangi risiko penipuan dan gagal bayar, tetapi dengan memperluas akses keuangan secara berkelanjutan dan bertanggung jawab.
Inovasi terbaru dari CBI ini secara resmi diperkenalkan dalam acara AFPI Power Breakfasting yang diselenggarakan bersama oleh CBI dan Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI), belum lama ini.
“Dua inovasi terbaru ini memperkokoh kepemimpinan CBI sebagai mitra intelijen kredit terpercaya di Indonesia, mendorong ekosistem pinjaman digital yang lebih aman, berbasis data, dan berkelanjutan,” kata dia.
Bagaimana kami dapat membantu Anda?
Hubungi tim Business Development kami, untuk membantu Anda menemukan solusi yang tepat sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda.