1 Okt 2025

OJK Perkuat Stabilitas dan Inklusi Keuangan di CBI Connect 2025

Bagikan

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan peran penting dalam memperkuat sektor jasa keuangan yang stabil untuk mendukung program prioritas nasional. Pernyataan ini disampaikan oleh Aslan Lubis, Kepala Departemen Perizinan dan Manajemen Krisis Perbankan OJK, dalam acara CBI Connect 2025 yang berlangsung di Ritz Carlton Jakarta, Kamis, 25 September 2025.

“OJK menginisiasi berbagai langkah, termasuk peningkatan pembiayaan dan pendalaman pasar keuangan. Penerbitan POJK mengenai Kemudahan Akses Pembiayaan kepada UMKM dan ketentuan lainnya menunjukkan adanya berbagai kesempatan bagi LPIP untuk menguatkan peran di ekosistem sektor jasa keuangan,” ujar Aslan dalam keterangan yang diterima redaksi, Jumat, 3 Oktober 2025.

CBI Connect 2025 mempertemukan pelaku industri keuangan, UMKM, dan regulator untuk mendorong inovasi teknologi dan manajemen risiko yang berkelanjutan. Acara ini mengangkat tema “Driving Innovation for the Next Era of Credit Risk” dan menegaskan pentingnya peran Lembaga Pengelola Informasi Perkreditan (LPIP) dalam pembangunan ekonomi jangka panjang di Indonesia.

CBI sebagai pelopor inovasi menampilkan tiga fokus utama: memperkuat manajemen risiko dan memperluas inklusi keuangan, mendorong pertumbuhan UMKM yang inklusif, serta meningkatkan literasi kredit dan kesehatan finansial masyarakat.

Peter Sugiapranata, Direktur Penjualan CBI, menjelaskan tiga inovasi andalan CBI dalam mengelola risiko kredit, yaitu CBI Polaris, Portfolio Alerts, dan Income Predictor. “CBI Polaris menyediakan fleksibilitas dalam membangun model risiko kredit di dalam lingkungan yang aman serta patuh regulasi. Portfolio Alerts memberikan sinyal dini untuk menjaga kualitas portofolio, sementara Income Predictor membantu memperkirakan pendapatan calon debitur agar lembaga keuangan dapat mencegah risiko over-exposure,” kata Peter.

Tiffany Octaviana, Head of CBI SME Bureau, menambahkan, SME Bureau mempercepat proses onboarding dan underwriting UMKM secara efisien. “Kami tidak hanya menyediakan data, melainkan juga intelligence yang siap digunakan untuk mendukung pengambilan keputusan bisnis yang lebih akurat. Dengan demikian, lembaga keuangan dapat memperluas jangkauan pasar secara berkelanjutan sekaligus menjaga kualitas portofolio kredit tetap prima,” ujar Tiffany.

Selain itu, aplikasi mobile SkorKu diluncurkan untuk membantu masyarakat mengakses informasi dan riwayat skor kredit pribadi secara transparan. Alat ini mendukung individu memahami kondisi kredit serta mengelola kesehatan finansial dengan lebih baik.

Panelis dari Mandiri Utama Finance, Allo Bank, Indodana Fintech, dan CBI menegaskan bahwa pemanfaatan data, analitik prediktif, dan verifikasi digital mempercepat proses kredit dengan cara yang lebih transparan dan inklusif tanpa mengurangi prinsip kehati-hatian.

Anton K. Adiwibowo, Presiden Direktur CBI, menutup acara dengan menegaskan bahwa CBI Connect 2025 adalah ruang kolaborasi untuk mempercepat adopsi teknologi dan data.

“Forum ini membuka peluang pertumbuhan bagi lembaga keuangan serta membangun jaringan dan kepercayaan lintas ekosistem,” ujarnya.

CBI dan OJK berkomitmen mendorong inovasi, memperluas inklusi keuangan, dan menjaga disiplin risiko agar sektor jasa keuangan, pelaku usaha, dan masyarakat dapat tumbuh dengan percaya diri.

Bagikan

Bagaimana kami dapat membantu Anda?

Hubungi tim Business Development kami, untuk membantu Anda menemukan solusi yang tepat sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda.