Layanan Buy Now Pay Later Marak, Atome Gandeng CBI Tekan Risiko Kredit
Jakarta, Beritasatu.com – Di tengah maraknya layanan layanan buy now pay later (BNPL), Atome, perusahaan multifinance yang fokus pada layanan BNPL di Asia melalui entitas lokalnya PT Atome Finance Indonesia, melakukan kerja sama strategis dengan Credit Bureau Indonesia (CBI), perusahaan lembaga pengelola informasi perkreditan (LPIP). Tujuannya, mempermudah akses nasabah Atome sekaligus meningkatkan kualitas dalam menilai risiko kredit.
“Melalui kemitraan ini, Atome Finance Indonesia memanfaatkan layanan informasi perkreditan yang disediakan Credit Bureau Indonesia (CBI) dan mengintegrasikann dengan kebutuhan manajemen risiko Atome,” kata Risk Director Atome Finance Indonesia, Vemil Putra, dikutip Antara, Minggu (24/9/2023).
Mengacu data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), layanan BNPL terus meningkat, bahkan penggunanya di atas pemakai kartu kredit. Hingga semester I 2023, ada 13 juta pengguna BNPL atau lebih dua kali lipat dari pengguna kartu kredit yang hanya 6 juta pengguna. Hampir setengah pengguna BNPL adalah usia muda. Umur 20-30 tahun menyumbang 47,78% dari total pengguna.
Vemil Putra mengatakan kemitraan ini bagian dari langkah strategis Atome yang berkomitmen memberikan akses fasilitas pembiayaan kepada masyarakat. “Atome Finance Indonesia berusaha meningkatkan efektivitas dalam menilai risiko kredit pelanggan,” kata dia.
Dia mengatakan dukungan CBI membantu Atome meningkatkan layanan kepada konsumen melalui output data terkini.
Direktur Bisnis dan Layanan Credit Bureau Indonesia Anton Adiwibowo mengatakan CBI akan membantu meningkatkan kecepatan dan keefektifan penilaian risiko kredit nasabah Atome. “Layanan CBI memberi keleluasaan dan menyesuaikan kebutuhan pelanggan yang hasilnya disampaikan dengan dukungan komputasi data terkini,” kata dia.
OJK juga mencatat jumlah outstanding amount atau jumlah utang belum dibayarkan dari BNPL mencapai Rp 25,16 triliun per semester I 2023. Sedangkan total outstanding, termasuk kredit macet atau non performing loan (NPL) sebesar Rp 2,15 triliun. NPL untuk BNPL per April 2023 mencapai 9,7%. Angka tersebut jauh di batas aman, yakni 5%.
How can we help?
Connect with our Business Development team and we’ll help you to find the right solutions that suitable to your business needs.