25 Jun 2025

Perluas Akses Pembiayaan, CBI dan Kementerian UMKM Luncurkan SME Bureau

Share Post:

jpnn.com, JAKARTA – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menandatangani Perjanjian Kerja Sama dengan PT Kredit Biro Indonesia Jaya (Credit Bureau Indonesia/CBI).

Penandatanganan kerja sama itu sekaligus meluncurkan CBI SME Bureau, sebuah platform layanan informasi perkreditan pertama di Indonesia yang secara khusus ditujukan bagi pelaku UMKM.

Lebih dari 250 perwakilan dari Kementerian, asosiasi, lembaga riset, dan pengusaha UMKM hadir dalam penandatanganan yang dilakukan di Gedung SMESCO Jakarta, pada Selasa, 25 Juni 2025.

CBI SME Bureau dihadirkan untuk menjawab tantangan akses pembiayaan yang kerap dihadapi UMKM, khususnya terkait kurangnya data kredit yang kredibel dan terverifikasi.

Platform ini menyajikan informasi menyeluruh seputar riwayat kredit, profil usaha, hingga rekam transaksi mitra usaha, yang dapat digunakan untuk memantau, mengevaluasi, dan menjaga stabilitas finansial.

Beberapa fitur utama yang ditawarkan antara lain pemantauan kondisi keuangan mitra secara real-time, peringatan terhadap perubahan risiko kredit, hingga fasilitas pelaporan keterlambatan pembayaran.

Layanan ini juga mendukung manajemen piutang dan mitigasi risiko usaha, sehingga diharapkan dapat membantu UMKM menjaga arus kas dan memperkuat posisi mereka dalam ekosistem bisnis.

Dalam pidatonya, Menteri UMKM RI, Maman Abdurrahman menegaskan pentingnya pembangunan infrastruktur data dalam memperkuat ekosistem pembiayaan UMKM.

“Meski UMKM berkontribusi 61,8% terhadap PDB dan menyerap 97% tenaga kerja nasional, rasio kredit UMKM masih berada di angka 18,7% dari total kredit perbankan. CBI SME Bureau diharapkan bisa menjembatani kesenjangan tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Usaha Kecil Kementerian UMKM, Temmy Satya Permana, menyebut kolaborasi ini sebagai peluang untuk membangun rekam jejak kredit UMKM.

“CBI SME Bureau menjadi alat penting dalam mendorong pembiayaan alternatif dan memperluas pilihan akses modal berbasis kemitraan usaha, bukan hanya lewat skema konvensional,” jelasnya.

Direktur Utama CBI, Anton K. Adiwibowo, menambahkan bahwa kehadiran CBI SME Bureau merupakan wujud komitmen perusahaan dalam meningkatkan literasi kredit serta mendorong inklusi keuangan berbasis data.

“Layanan ini akan mempermudah proses penilaian risiko dan mempercepat keputusan pembiayaan terhadap UMKM secara efisien dan akurat,” kata Anton.

Dengan sinergi antara CBI dan Kementerian UMKM, CBI SME Bureau diharapkan menjadi katalisator pengembangan usaha kecil dan menengah, sekaligus mendukung visi pemerintah dalam menciptakan ekosistem pembiayaan yang aman, inklusif, dan berkelanjutan di Indonesia.

Share Post:

How can we help?

Connect with our Business Development team and we’ll help you to find the right solutions that suitable to your business needs.